Rabu, 02 Maret 2011

VIRUS KOMPUTER

A.    PENGERTIAN DAN SEJARAH VIRUS KOMPUTER

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel mahluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating sistemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner.

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah,   memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "Worm" (Worm akan dibahas pada postingan selanjutnya).

Nama “Virus” itu sendiri baru diberikan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat virus dan memproteksi diri dari virus. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Tapi orang-orang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar saja, karena virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karena menjalar melalui disket DOS yang waktu itu sedang populer. Kelahirannya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent].

Mulai saat itu, virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya begitu mengerikan. Berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe. Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “Jerusalem”. Kecepatan penyebarannya cukup mengerikan untuk saat itu. Tapi virus ini tidak terlalu berbahaya karena virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM hanya sebentar, yaitu setahun.

Tahun 1988, muncul serangan besar terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet juga diserang oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang mengiirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tetapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya.

Sejak saat itu, penyebaran virus sudah tidak terhitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, mereka menyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak perusahaan raksasa lain yang dianiaya oleh “INETRNET LIBERATION FRONT” di hari Thanksgiving. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.

Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. Bagi yang sering mengetik dengan MS Word mungkin pernah menemukan virus Titassic. Ini virus lokal asli Indonesia dan uniknya, virus ini selalu mengingatkan kita untuk sholat tepat pada waktunya. Tetapi virus macro yang punya judul [concept] ini juga bisa memusnahkan 80% file-file data dan program korbannya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, munculnya virus pertama yang mengkombinasikan virus macro dan worm. Namanya [Melissa]. Tapi tidak sebagus namanya, virus ini akan menyebar ke orang lain lewat E-Mail dan yang paling menyakitkan, ia akan menyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address book. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan di dalam Internet.

B.     CARA KERJA VIRUS

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System. Virus yang ganas akan merusak perangkat keras.

  • Cara Kerja Virus Berdasarkan Jenisnya

1.  Virus File

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda. Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.

2.  Virus Boot Sector

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sector harddisk (boot sector merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali diakses saat komputer dihidupkan). Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal.

3.  Virus E-mail

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail (biasanya dalam bentuk file lampiran/attachment). Virus memiliki ciri khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat. Apabila Virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.

4.  Virus Multipartite

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk. Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.

5.  Virus Polimorfis

Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain. Virus jenis lebih sulit di deteksi karena mempunyai sifat seperti itu.

6.  Virus Siluman (Stealth Virus)

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu Menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.

7.  Virus Makro

Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi Aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel. Biasanya Dokumen yang terinfeksi oleh Virus Makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti perintah “Save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.


C.    KRITERIA VIRUS

Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar benar virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :

1. Kemampuan Untuk Mendapatkan Informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory, agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia tulari. Semisal, virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar atau data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular atau terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya), sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang, tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus.

2. Kemampuan Memeriksa Suatu Program
 
Suatu virus juga harus bisa untuk memeriksa suatu program yang akan ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file atau program. Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki atau  memberi tanda pada file atau program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan Untuk Menggandakan Diri
 
Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program atau file tersebut dan seterusnya mengcopikan atau menulis kode objek virus diatas file atau program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari atau menggandakan dirinya adalah :
  • File atau Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus).
  • Program virus yang sudah di eksekusi atau load ke memory akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file atau program yang ada.

4. Kemampuan Mengadakan Manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file atau program. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam, mulai dari yang paling ringan sampai pengrusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya. Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi, misal :
  • Membuat gambar atau pesan pada monitor.
  •  Mengganti atau mengubah ubah label dari tiap file, direktori atau label dari drive di PC.
  • Memanipulasi program atau file yang ditulari.
  • Merusak program atau file.
  • Mengacaukan kerja printer, dsb.

5. Kemampuan Menyembunyikan Diri

Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana. Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah :
  • Program asli atau virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabungkan dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
  • Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri.
  • Program virus dibuat sependek mungkin dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya.
  • Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file, dll.

D.    SIKLUS HIDUP VIRUS

Siklus hidup virus secara umum melalui 4 tahap:

1. Dormant Phase ( Fase Istirahat atau Tidur )

Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain atau dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.

2. Propagation phase ( Fase Penyebaran )
 
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil "kloning" virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).

3. Trigerring phase ( Fase Aktif )

Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.

4. Execution phase ( Fase Eksekusi )


Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb.



E.     CARA PENYEBARAN VIRUS
 
Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar, virus komputer dapat menyebar ke berbagai komputer atau mesin lainnya juga melalui berbagai cara, diantaranya:

1. Disket, media storage R/W

Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya. Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2. Jaringan ( LAN, WAN,dsb)

Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran atau pengeksekusian file atau program yang mengandung virus.

3. WWW (Internet)

Sangat mungkin suatu situs sengaja ditanamkan suatu virus yang akan menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4. Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan

Banyak sekali virus yang sengaja ditanamkan dalam suatu program yang disebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah tertanam virus didalamnya.

5. Attachment pada Email, Transfering File

Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok atau menarik perhatian, bahkan seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

0 komentar:

Posting Komentar